Cerpen Remaja; Sang Ratu

Cerpen Remaja; Sang Ratu

Kerjanya hanya bertelur dan makan. Ia tidak perlu capek mencari makanan seperti semut-semut pekerja. Tapi bukankah aku tidak boleh menyesali takdir. Pasti Allah mempunyai tujuan tertentu menjadikan aku sebagai semut biasa.

Langkah Sang Ratu berhenti pada sebutir telur yang tampak bersih dan besar. “Sepertinya telur ini yang akan menggantikanku kelak.” Ruangan yang semula sunyi kini menggema karena suara Sang Ratu. Dinding-dinding tanah memantulkan suara Sang Ratu dengan nanar. “Kerajaan semut kita tidak akan musnah. Prajurit kita cukup banyak. Meskipun ratusan semut akan mati karena kekejian manusia, itu tidak akan memberi dampak yang berarti. Telur-telur ini akan segera menggantikan mereka dengan semangat dan kekuatan baru.” Senyap. Tak ada sahutan untuk kalimat Sang Ratu. Dan memang itu tidak perlu. Sang Ratu tidak pernah membutuhkan komentar dari semut pekerja sepertiku. Hanya udara yang menggema. Puas melihat keadaan telur-telurnya, Sang Ratu melangkahkan kakinya menuju ruang yang ada di seberang lorong. Dan aku, masih setia mengikuti langkah kaki tegapnya. Setia. Satu kata itu yang selama ini tertanam kuat dalam jiwaku. Bahwa aku ditakdirkan untuk menjadi pengawalnya.

Dua ekor semut penjaga menyambut kedatangan kami. Bibir mereka melempar senyum. Tapi aku yakin senyum ramah mereka hanya mendapat balasan dariku. Bukan dari Sang Ratu. Ada bau khas yang langsung menyergap hidung di ruangan yang cukup luas ini. Aneka makanan menjadi hiasan tersendiri. Ada butiran gula, serpihan roti sampai bau khas daging. Saraf-saraf di kepalaku langsung mengirim sinyal ke kelenjar liur untuk memproduksi cairan. Tapi keinginanku tinggal bayangan. Semua makanan di ruangan ini memang untuk Sang Ratu. Untuk semut sepertiku ada bagian tersendiri.

Sang Ratu tampak lahap menikmati hidangannya. Bahkan kalau boleh aku katakan Sang Ratu sangat rakus. Disela-sela mengunyah, suaranya kembali menggema. “Aku harus makan yang banyak agar sehat dan kuat. Dengan begitu, aku segera bertelur lagi. Kalau telurku banyak, kalian juga akan senang. Kekuatan kita akan semakin besar.” Hanya dinding yang menyahut dengan gaungnya. Namun tiba-tiba ada getaran yang tercipta. Gemuruh dinding yang mengguncang semuanya. Gelegar dan gempa. Bumi berguncang. Tubuhku berguncang. Makanan dan tubuh Sang Ratu juga bergetar. Dinding-dinding tanah …

Name

Bali Cerita Binatang Cerita Cinta Cerita Lucu Cerita Pendek Cerita Rakyat Cerita Romantis Cerita Singkat Cerpen Dongeng Dongeng Anak Dongeng Dunia Kata Kata Bijak Kata Kata Mutiara Kata Mutiara Cinta Kisah Abu Nawas Legenda Pantun Pantun Cinta
false
ltr
item
dongeng 2: Cerpen Remaja; Sang Ratu
Cerpen Remaja; Sang Ratu
dongeng 2
https://dongeng2-----2.blogspot.com/2009/11/cerpen-remaja-sang-ratu.html
https://dongeng2-----2.blogspot.com/
http://dongeng2-----2.blogspot.com/
http://dongeng2-----2.blogspot.com/2009/11/cerpen-remaja-sang-ratu.html
true
3702690553712115931
UTF-8
Not found any posts Not found any related posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU Tag ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Contents See also related Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy